Kenapa Saya Menulis

Saya menulis karena saya ingin. Tidak tidak, lebih tepatnya. Saya menulis karena saat ini saya sedang ingin menulis. Saya ingin menulis "Kenapa Saya Menulis". Ya, kata kuncinya cuma satu, "ingin" tak lebih tak kurang. 

Jika anda ingin melakukan sesuatu saat ini maka lakukanlah segera. Karena rasa ingin itu mudah datang mudah pergi. Dan jika ia datang lagi untuk yang kedua kali ia tidak akan pernah terasa sama seperti saat pertama. Beruntung jika rasa ingin itu semakin besar, jika rasa ingin itu semakin kecil maka kemungkinan besar yang akan terjadi hanyalah "tidak jadi" melakukan. Tidak jadi melakukan berarti anda tidak perlu kehilangan tenaga, pikiran, uang dan lain sebagainya. Tapi anda "hanya" akan kehilangan satu hal. Yaitu waktu.

Waktu untuk membuat kenangan, waktu untuk mengisi memori. Coba diam sejenak, bayangkan kejadian kejadian beberapa waktu yang telah lewat. Jika kita tidak cukup pikun maka kita akan mengingat hal hal yang telah kita lewati.

Saya baru saja berhenti dan mengingat ingat. Saya ingat rasanya puas menolong orang lain, saya ingat rasa puas membuat suatu karya, saya ingat rasa nikmat setiap perjalanan saya, saya ingat hal hal gila saya yang membuat saya tahu bahwa saya tidak ingin melakukannya lagi, saya ingat begadang sampai larut hanya demi membuat tulisan. Itulah sedikit dari yang saya ingat dan saya bersedia bercerita lebih jika anda mau mendengarkan, karna saya punya banyak cerita.

Yang kita ingat adalah hal yang sudah kita lakukan. Kita tidak bisa mengingat hal "yang tidak kita lakukan" karena kita tidak melakukannya, atau kita ingin melakukannya tapi kita tunda dan akhirnya tidak jadi. Dan yang tidak kita ingat tersebut berada diluar dimensi "Ada". 

Lakukan apapun yang anda ingin segera selama itu adalah hal hal yang positif. Lakukan saja, talk less do more. Lakukan jika anda ingin dan jika anda lakukan akan menimbulkan kepuasan tersendiri. Menulis, membaca, pergi, main game, menolong, menabung, beribadah, belajar, dan lain sebagainya.

Tak perlu menjadi sarjana kehutanan untuk naik gunung, tak perlu jadi mahasiswa kedokteran untuk bisa belajar mengobati, tak perlu menjadi sarjana filsafat untuk menjadi bijak, tak perlu menjadi sarjana pendidikan untuk bisa mengajar, tak perlu menjadi mahasiswa ekonomi untuk belajar berbisnis, tak perlu sekolah musik atau desain untuk kita bisa berkarya. 

Semua bisa kita lakukan tanpa kata "tapi saya bukan. . ". Kuliah, pendidikan dan sekolah itu hanya bekal untuk mencari uang di masa yang akan datang, tapi bukan hal yang mampu mewujudkan keinginan kita di masa sekarang. Percayalah.



Dan yang baca inilah salah satu buah dari keinginan yang saya dapat saat di jalan waktu pulang kerja. Yang segera saya lakukan. Sebuah tulisan. 

"Life is about 'do' and what you did"
-fish

Post a Comment

0 Comments